The Billionaire (Pengusaha Termuda Thailand Pemilik Dari Tao kae noi)

11.28.00 dilan deswara 0 Comments



Semua ini berawal dari ketidak sengajaan pada saat melihat salah satu trailer yang di bagikan dari seorang kawan saya melalui media sosial yaitu Facebook yang menceritakan seorang pemuda dari thailand yang ingin meminjam uang ke bank senilai 10 juta baht untuk modal usaha.
disini saya tertarik untuk mengetahui bagaimana film ini berlanjut

Beliau adalah seorang pemuda yang berawal karir dengan menjual senjata dan equipment lainya dari sebuah permainan online, dari hasil berjualan equipmentnya ini beliau bisa membeli sebuah mobil dan membuka usaha penjualan DVD, namun sialnya pemuda itu malah tertipu karena DVD yang ia beli ternyata barang bajakan semua dan gampang sekali rusak dan uangnya pun tidak dapat kembali, selain itu karena terlalu sibuk bermain game online nilainya pun anjlok sehingga beliau tidak diterima untuk bisa masuk Universitas Negri yang berada dinegara itu dan akhirnya terpaksa masuk universitas swasta.

disaat yang bersamaan pula bisnis yang dimiliki orangtua pemuda itu juga sedang mengalami kebangkrutan

Lalu ia mencoba berjualan kacang yang disangrai dengan sebuah mesin yang ia sewa tiap bulan, pemuda itupun mencari cara jitu agar kacang yang ia jual memiliki aroma yang sedap dari para penjual kacang yang sudah memiliki banyak pelanggan dan pemuda itupun bereksperimen, lalu pemuda itupun belajar mencari tempat yang strategis untuk membuka usaha kacangnya dan akhirnya dia membuka kedai kacangnya itu disebuah mall, pada saat pemuda itu membuka cabang dibeberapa tempat namun malangnya ternyata mesin pembuat kacang tersebut menimbulkan asap hitam dan mengotori cat atap yang berada di mall tersebut sehingga kontrak kedainya diputus oleh pihak mall tersebut,

Pemuda itupun hampir putus asa karena modal yang dikeluarkan untuk usahanya itu tidaklah sedikit dan sudah dua kali pemuda itu mendapatkan kegagalan.

Setelah itu kedua orangtua pemuda itu memilih untuk meninggalkan thailand dan memulai hidup baru di china, kedua dari kaka pemuda itupun memang bekerja di China. pada saat itu pemuda itu tetap bersikeras untuk tidak ikut kedua orangtuanya ke negri tirai bambu tersebut dan memilih untuk tetap berjuang dan terus berusaha, lalu pemuda itupun mencoba memulai usaha baru yaitu rumput laut kering, ide itu ia dapatkan setelah kekasihnya memberikan cemilan rumput laut tersebut.

lalu ia membeli banyak sekali rumput laut untuk ia dan pamannya goreng dan berkesperimen agar rumput lautnya enak dan diterima oleh pembeli, usaha ini ia lakukan berulang ulang sampai pamanya masuk rumah sakit karena kelelahan menggoreng dan mencicipi rumput laut tersebut, namun akhirnya pemuda itupun menemukan bagaimana caranya agar rumput laut tersebut terasa enak, renyah dan nikmat.

Pemuda itupun mencari cara agar rumput lautnya tahan lama dan tidak cepat basi masalah itupun terpecahkan dengan mendatangi Dekan Fakultas Teknologi dan Pangan Universitas kasetsart untuk meminta sarannya, lalu pemuda itupun mencari cara agar produknya bisa terjual banyak, pemuda itupun mencoba mendengarkan rekaman audio yang teman sekampusnya rekam karena pemuda itu jarang masuk kuliah karena sibuk dengan bisnisnya, sambil mendengarkan rekaman tersebut pemuda itu juga sambil membeli suatu snack di 7 eleven, dan rekaman audio itupun sedang menjelaskan strategi marketing hutan rimba dimana strategi itu juga dipakai oleh 7 eleven


Pemuda itupun berjuang keras agar produknya diterima oleh 7eleven, walaupun awalnya memang tidak diterima karena kemasan dan ukuranya yang terlalu besar, lalu pemuda itupun mencoba untuk yang kedua kalinya dengan cara mencari orang yang bersangkutan namun orang tersebut selalu sibuk dan tidak dapat berjumpa dengannya,pemuda itupun pergi keluar sempat kecewa dan hampir putus asa, hingga menelepon kedua orangtuanya dan berkata akan ikut pindah ke china. karena rumah yang ia tempati akan segera diambil oleh pihak bank karena hutang orang tuanya yang sebesar 12 milyar belum terbayar.

namun pada saat pergi keluar dari gedung 7eleven pemuda itu meninggalkan dus yang berisi rumput laut yang sudah dikemas dengan kemasan baru, dan pegawai dari 7eleven itupun mencicipinya, sehingga pemuda itupun dipanggil untuk menghadap dengan orang yang bersangkutan tersebut dan akan menerima produk pemuda itu bila lulus tes GMP pada pabriknya, dan pemuda itupun harus bisa menyiapkan sebanyak 72.000 kemasan untuk disebar ke 7000 cabang 7eleven,

Namun untuk mempersiapkan hal itu pemuda ini membutuhkan uang yang sangat besar sampai akhirnya meminjam ke bank dimana awal mula cerita dari film ini, namun karena umur yang masih muda dan lilitan hutang dari kedua orangtua pemuda ini tak bisa meminjam uang ke bank, sampai pada akhirnya ia menjual mobil satu satunya yang ia miliki sebagai dp pembuatan pabrik dari usaha yang ia perjuangkan.


Sampai pada akhirnya hari itu tiba pihak dari 7eleven datang dan melakukan cek kepada pabrik tempat usaha pemuda ini. sampai akhirnya ada beberapa yang harus dirubah seperti lampu dan tempat cuci tangan serta alkohol yang tidak sesuai.
Sampai akhirnya produk tersebut lulus dari hasil tes dan layak untuk dipasarkan di 7eleven


Nama Snack yang di jual ini sudah tidak asing bagi kita warga indonesia namanya adalah
"Tao Kae Noi" Snack Rumput Laut

dua tahun setelah bekerja sama dengan 7eleven pemuda ini dapat melunasi hutang orangtuanya dan orangtuanya bisa kembali pulang dan berkumpul bersama pemuda ini.

Produksi Tao Kae Noi akhirnya meluas kebeberapa negara bahkan Indonesia.

Perjuangan seorang pemuda ini memang tak langsung berbuah manis, namun sikap pantang menyerah dan tidak takut akan kegagalan menjadi modal yang pada akhirnya membawa pemuda ini berada pada kesuksesan saat ini, yah pemuda yang bernama lengkap "Top Aitthipat Kulapongvanich" ini adalah pemuda yang mendapatkan julukan A Young Billionaire From Thailand.

Film ini sangat menginspirasi sekali untuk para pengusaha muda yang sedang berjuang mengembangkan bisnisnya, dimana makna kejujuran dan Tanggung Jawab juga diedukasikan dalam film ini hehehe.

Terima Kasih Sudah Membaca Semoga Bermanfaat.

0 komentar: